Suku Cia-cia yang berada di Kepulauan
Buton, Baubau, Sulawesi Tenggara ini memang telah lama menggunakan
tulisan Korea atau Hangeul ketika mereka menulis dan membaca.
Suku Cia-cia sebenarnya bisa berbahasa dalam Bahasa Indonesia. Namun awalnya mereka buta huruf sehingga tidak bisa menulis.
Pulau Buton
Huruf Hangeul yang memiliki 24 karakter
diperkenalkan oleh King Sejong pada tahun 1443 untuk menggantikan
karakter huruf China di Korea.
Fakta ini menjadi berita besar baik bagi orang Korea sendiri, maupun oleh warga Asia, maupun dunia.
Orang Korea amat bangga dengan kebudayaannya.
Menurut seorang teman yang pernah ke
Korea, di sana jarang orang pakai mobil-mobil impor. “Kebanyakan orang
Korea pakai mobil Hyundai sebab diproduksi Korea sendiri,” katanya.
Bisa dibayangkan betapa hebohnya orang
Korea ketika mengetahui bahwa ada satu etnis kecil di Indonesia, di
tengah Pulau Buton, yang belajar alfabet Korea untuk menuliskan
bahasanya sendiri. Ini adalah berita besar buat mereka.
Perlu dicatat, hanya alfabet saja yang digunakan bukan bahasanya. Bahasa tetap menggunakan Bahasa Indonesia.
Salah satu desa / pemukiman suku Cia-Cia di Pulau Batuatas (blog.daum.net)
Aktifitas nelayan di salah satu desa / pemukiman suku Cia-Cia di pesisir Pulau Batuatas (blog.daum.net)
Kondisi rumah masyarakat suku Cia-Cia di desa Wacuala (blog.daum.net)
Salah satu aktifitas suku Cia-Cia di desa Wacuala membuat makanan tradisional dari singkong (blog.daum.net)
Kondisi anak-anak suku Cia-Cia saat bermain (blog.daum.net)
Kondisi sekolah masyarakat suku Cia-Cia di Pulau Batuatas
Kondisi sekolah masyarakat suku Cia-Cia di Pulau Batuatas
*****
Luar biasa! Suku ini musti tetap dijaga kemurniannya, dalan arti budayanya jangan sampai dicemari. Cukup diperhatikan masalah pendidikan dan kesehatannya.
BalasHapusMr. Casino : Dr. Cardozo
BalasHapusDr. Cardozo is the best place to stay, but 서울특별 출장안마 you will need to 화성 출장샵 play a 경주 출장샵 very 공주 출장안마 small amount of games and earn the casino 대전광역 출장마사지 rewards. To play